Kamis, 21 Juli 2016

Cara Mencapai Kebebasan Finansial

Selamat malam pembaca setia cara hidup ideal, akhir-akhir ini banyak sekali Saya dengar dan baca tentang bagaimana cara bekerja yang benar agar menghasilkan maksimal. Sebagian orang menganggap satu cara itu baik dan sebagian lain tidak setuju. Dalam tulisan kali ini izinkan saya juga urun pendapat tentang car hidup ideal untuk mencapai kebebasan finansial dari segi sistem kerja.

Kali ini Saya akan menggunakan cerita untuk menjelaskannya, cerita ini sudah banyak dibagikan di media-media sosial jadi ini bukan cerita original dari saya. Saya akan ceritakan ulang dengan bahasa Saya ya.

Di suatu desa kecil hiduplah dua orang pemuda dengan semangat kerja yang luar biasa untuk merubah kehidupan mereka. Kondisi desa mereka yang jauh dari sumber air membuat nilai air di desa tempat tinggal mereka sangatlah berharga, bahkan ada warga yang mau mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan air bersih. Hal ini dilihat peluang oleh kedua pemuda cerdas itu dan mulailah mereka mengumpulkan air sebanyak yang mereka bisa.

Kemudian mereka berdua mulai mengumpulkan air secara bersama-sama, hari demi hari. Tiga minggu berjalan mengumpulkan air bersih, pelan perlahan badan mereka berdua mulai pegal-pegal dan mereka berdua sepakat untuk istirahat selama satu hari.

Di peristirahatan mereka pemuda pertama yang bernama Udin memanfaatkannya dengan istirahat penuh agar tenaganya kembali pulih dan bisa melanjutkan pekerjaannya esok hari. Namun lain halnya dengan Erik pemuda kedua, dia menggunakan waktu istirahatnya untuk mengevaluasi pekerjaanya karena menurut dia dengan cara kerja seperti ini dia akan kesusahan di hari tua-nya kelak karena kekuatan fisik ada batasnya.

Keesokan harinya, pagi-pagi buta Udin sudah berangkat mencari air dan seperti biasa pulang dengan membawa air satu ember besar, namun ada hal yang aneh yang dirasakannya.. ia tidak melihat saabatnya Erik sedari pagi. Khawatir akan keadaan sahabatnya, malam harinya Udin  berkunjung ke rumah Erik untuk mengetahui keadaan sahabatnya ini. Setelah bicara beberapa lama Erik mengutarakan kekhawatiran hatinya dengan cara kerja seperti ini, ia takut suatu saat nanti saat fisiknya tidak mampu bekerja berat maka ia akan kehilangan penghasilannya dari usaha menjual air bersih karena tidak mampu membawa beban berat lagi. Namun bebeda dengan pemikiran si Udin, Dia memiliki rencana untuk menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya untuk membeli tempat penampungan air yang lebih besar dan membeli kuda untuk mengangkut air, maklum letak kampung mereka sangat terpencil dan tidak terdapat alat transportasi selain berjalan kaki. Akhirnya mereka berdua berjalan dengan rencana masing-masing.

Keesokan harinya Udin memulai pekerjaannya seperti biasa, namun si Erik lagi lagi tidak terlihat. Erik pergi kedalam hutan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk mengalirkan air dari sumber air ke tempat penampungan air miliknya, begitu saja dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Singkat cerita dua tahun kemudian Erik berhasil membuat saluran air dari sumber air ke tempat penampungan air miliknya dan pekerjaanya sehari-hari hanya menjual air hasil tampungannya itu ke penduduk setempat dengan hampir tidak menggunakan tenaga. Sementara di sisi lain si Udin masih dengan kegiatannya bersusah payah mencari air dan menjual hasilnya ke penduduk setempat, alhasil pelanggan air si Udin berpindah ke Erik sebab Erik mampu menjual air dengan lebih murah karena dia tidak menghitung “tenaga kerja” di dalam harga airnya sementara si Udin memasukkan “tenaga” nya ke harga pokok air yang dijualnya sehingga harga jualnya menjadi lebh mahal.

Nah, demikianlah cerita yang saya ceritakan kembali ini, pertanyaan saya, siapa yang lebih bagus Udin atau Erik?

Di banyak tempat cerita ini dibagikan, semuanya menganggap Erik lebih bagus karena pada akhirnya dia yang memenangkan “pasar”. Namun apa yang luput dari perhatian banyak orang adalah saat Erik membangun saluran airnya, ia hidup dari makan apa? Bisakah kita tidak makan selama lebih dari satu bulan?

Apa yang ingin saya sampaikan disini adalah, cara kedua nya bagus dan saling mengisi. Dalam kehidupan kita harus melakukan cara kedua pemuda tadi, kita tidak bisa melakukan cara kerja salah satu dari kedua pemuda tadi sebab jika kita melakukan salah satu saja maka kita tidak akan mencapai kebebasan finansial.

Cara kerja Erik memang bagus, namun ia perlu penghasilan untuk hidup dan makan sehari-hari yang bisa didapat dari cara kerja si Udin. Demikian pula kita tidak bisa melakukan cara kerja si Udin terus menerus, memang saat itu kita bisa makan dan menyambung hidup namun fisik kita ada batasnya dan kita harus membuat rencana masa depan seperti yang Erik lakukan. Jika kita bisa memadukan kedua nya besar kemungkinan kebebasan finansial ada di tangan.

Demikian pendapat saya, bagaimana dengan pendapat Anda?

Untuk mendapatkan tulisan-tulisan terbaru dari blog ini, Anda bisa mendaftarkan alamat email Anda di kolom berlangganan di bagian kanan blog ini.



Load disqus comments

0 komentar